Kehidupan bukanlah muncul begitu saja, melainkan keajaiban yang terpilih dari dunia anorganik. Saat kita mengamati sebuah sel, kita akan mendapati bahwa bagian dalamnya bagaikanpabrik daur ulang unsuryang sangat presisi. Meskipun unsur-unsur kimia penyusun sel semuanya dapat ditemukan di alam anorganik, hal ini menunjukkankeseragaman antara dunia biologis dan alam anorganik, namun kehidupan, melalui pengaturan ulang konsentrasi, menjadikan karbon, hidrogen, oksigen, dan nitrogen sebagai tokoh utama di panggungnya, menunjukkanperbedaan yang signifikan.
Klasifikasi dan Fungsi Unsur
- Unsur makro (makroelement): meliputi $C, H, O, N, P, S, K, Ca, Mg$. Unsur-unsur ini membentuk "kerangka utama" kehidupan.
- Unsur mikro (mikroelement): seperti $Fe, Mn, Zn, Cu, B, Mo$. Meskipun sedikit, namun sangat penting, misalnya $Zn$ berperan dalam aktivitas ratusan enzim; kekurangan seng dapat menyebabkan gangguan pertumbuhan.
- Inti Kehidupan: Karbon ($C$) adalah unsur inti kehidupan; semua makromolekul biologis memiliki rantai karbon sebagai tulang punggungnya.
Bentuk Keberadaan Zat
Sebagian besar unsur penyusun sel berada dalam bentuk senyawa. Dalam berat basah, air adalah yang terbanyak; sedangkan dalam berat kering,protein (7%~10%) mendominasi. Keajaiban kehidupan terletak pada kenyataan bahwa, mulai dari strukturnukleoidyang paling primitif hingga pengaturanasam lemak tak jenuhyang kompleks, bahkan hinggasintesis kehidupan buatandi masa depan, semuanya mengikuti logika kimia yang sama.